Showing posts with label Vmware. Show all posts
Showing posts with label Vmware. Show all posts

Thursday, June 2, 2016

Sekilas Catatan Tentang VMware NSX

Saya belum tau begitu dalam tentang VMware NSX tapi saya yakin sekali konsep network virtualization dan SDN adalah masa depan dunia network dan data center. Dimana semuanya menjadi lebih konvergen, flexibel dan cepat karna provisioning di dalam virtualization sangat cepat dan ini bener2 menguntungkan organisasi karna bisa expand bisnis mereka lebih cepat dan secara bisnis time-to-market meningkat secara drastis.

Yah seperti biasa karna saya pelupa saya bikin catatan. Beberapa point dibawah ini adalah catatan saya sepulang dari VMware NSX Experience Days

1) Ada 4 fungsi yg bisa di virtual kan oleh NSX :
- Routing
- Switching
- Firewall
- Load Balancer

2) Vmware bisa berfungsi sebagai SDN juga, tapi fungsi sebeneranya adalah network virtualization.

3) Dengan NSX maka akan ada di vCenter plugin tambahan untuk network & security.

4) Vmware tidak terikat dengan protokol karna dia menggunakan teknologi overlay yg berdiri diatas infrastruktur/hypervisor yang ada. Tidak seperti SDN yg terikat dengan protokol openflow.

5) Untuk deployment masing2 minimal butuh 3 controller.

6) Ketika diaktifkan license NSX maka akan aktif fitur "vxlan, logical router, firewall".

7) Deployment Step
- Install NSX Manager supaya muncul menu baru di vCenter.
Setelah install NSX Manager baru install.
- Install NSX Controller.
- Install NSX Edge Service Gateway.

8) Minimal Requirement MTU untuk deploment VXLAN di NSX adalah 1600 MTU karna VXLAN nambah 50 bytes di framenya

9) VTEP ada di setiap host, fungsinya untuk gateway VXLAN Overlay

10) VXLAN hanya berguna untuk komunikasi antara host, makana butuh VTEP tiap host. Kalo masih satu host pake VLAN biasa aja

11) Ada 3 mode VXLAN Replication Modes
- Unicast
- Multicast
- Hybrid

12) Ada 2 jenis routing di NSX yaitu :
- Centralized, VM mau ngbrol dengan VM lain meskipun satu host trafiknya keluar dulu ke switch physical lalu balik lagi ke host.
- Distributed, nah kalo mau dynamic routing harus masang DLR ( Yang cuma nerima forwarding table) dan Control VM (Yang menghitung proses routing table).

Notes : DLR ada di setiap host dan control VM itu ada cuma satu.

13) Ada fitur bridging untuk bridge VXLAN to VLAN L2 Bridging. Jadi menghubungkan virtual dan physical, ini karna VXLAN gak bisa terhubung ke physical network.

14) Kalo mau deploy NSX minimal ada 2 host buat yg dijadiin 1 cluster sebagai Edge Cluster. Jadi arsitektur yg bener itu
- Compute Cluster, Buat VM-VM
- Edge Cluster, Buat Deploy Logical Control VM. Statenya harus active-standby supaya engga looping.
- Host vCenter buat vCenter server

15) Throughtput maximal per-edge 10Gigabit

16) Dengan deployment NSX gak perlu switch physical yg punya fitur intelegent karna fitur2 tersebut bisa dijalankan oleh si NSX.

17) Sebenernya ada 2 tipe NSX, yaitu yang berjalan di 1 hypervisor which is ada di vCenter. Dan multi-hypervisor yg berjalan di Openstack.

18) Firewall di NSX hanya L2-L4 saja tidak support sampai L7 firewall

19) Untuk membantu membuat solusi security firewall di NSX ada tool Flow Monitoring yg bisa analisa flow trafik antara VM dalam DC.


Nah kalo ada yang salah pembaca yang lebih expert mungkin bisa komen agar saya bisa perbaiki dan kalo ada yg mau diskusi silahkan. ^^

Wednesday, April 15, 2015

Mengenal Apa Itu Fault Tolerance Di VMWare vSphere

Sebelumnya saya pernah menshare tentang apa itu High Availability atau yang di dunia persilatan lebih dikenal dengan HA, apabila temen-temen belum membaca bisa baca apa itu HA disini. Pada tulisan saya kali ini saya mau sedikit share tentang FT atau Fault Tolorance di VMware vSphere.
Apa sih Fault Tolerance? Kenapa sebutannya kaya gitu yah? Saya juga gak tau hahaha. Namun yang jelas menurut saya teknologi FT lebih canggih daripada HA, sebelum saya cerita panjang lebar mungkin saya coba jabarkan dulu yah apa itu FT.

Fault Tolerance adalah teknologi yang didesain sedemikian rupa untuk sebuah virtual machine yang memungkinkan terjadinya proses take over task tanpa adanya sebuah downtime dari service yang sedang berjalan, inilah kenapa saya sebut FT lebih canggih ketimbang HA karna dalam implementasinya dilapanga FT tidak ada downtime sedangkan HA ada downtime untuk proses restartnya ketika fail over terjadi.

Ada sebuah catatan kecil apabila temen-temen mau melakukan implementasi FT jangan semua virtual machine dalam host diimplemen FT. Karna teknologi ini memakan resource yang tinggi dari si hostnya, tipsnya adalah pilih VM yang paling critical semisalnya DB.


Nah gimana sih cara kerja FT sehingga memungkinkan tidak ada downtime? Sebelum saya jelaskan cara kerjanya coba temen-temen liat gambar dibawah ini.


Nah dari gambar diatas bisa terlihat yah, intinya adalah apabila kita ingin melakukan implementasi FT maka 3 host diatas harus dijadikan cluster HA terlebih dahulu. 
Cara kerjanya ialah FT akan membuat copy atau menduplikasi virtual machine di host yang berbeda dengan teknologi yang bernama vLockstep.

VMware vLockstep technology memastikan VM yang telah diduplikasi di host lain tetap bisa saling sinkronisasi dan memungkinkan beban kerja/workload dari kedua VM tersebut berjalan secara simultan di host yang berbeda, kalo saya sih lebih seneng nyebutnya Mirroring virtual machine. Konsepnya itu satu copy dari virtual machine tersebut bisa kamu sebut sebagai primary virtual machine, VM ini menjalakan informasi, melayani service dan aplikasi seperti biasanya. Salinan copy yang lainnya disebut secondary virtual machine, secondary VM ini juga menerima input yang sama percis yang diterima oleh si primary VM dan oleh sebab itulah kenapa saya sebut mirroring vm hehe. 

Pertanyaan selanjutnya, gimana mereka berkomunikasi dengan dunia luar? Menarik nih, external world itu hanya akan mengenal satu virtual machine saja which is artinya external world hanya mengenal satu buah IP Address dan satu buah MAC Address dan kita pun hanya perlu memanage satu virtual machine saja yaitu virtual machine primary.
Jika primary VM fail/down maka FT akan sesegera mungkin dalam sepersekian detik membuat copy dari VM yang fail tsb ke host lain dan mengassign VM tsb untuk menghandel task dari VM yang fail tsb, tentu saja VM di copy ke host yang ada dalam satu cluster.

Secara teknis sebelum kita implementasi FT ada beberapa hal yang kudu diperhatikan nih, antara lain adalah sebagai berikut ini.
  • Di dalam vSphere maksimal VM yang dapat menjalankan FT hanya 4 di setiap hostnya.
  • Pastikan juga Virtual Machine di create di shared storage.
  • Turn-off BIOS power management, hal ini dilakukan agar secondary VM mendapatkan resource CPU yang cukup ketika proses fail over terjadi. 

Nah demikian lah kira-kira konsep dan cara kerja fault tolerance di vSphere, semoga berguna yah buat temen-temen sekalian hehehe....

Thursday, April 9, 2015

Implementasi High Availability VMware vSphere

Sekalian bikin catetan pribadi, saya sekalian mau coba share gimana cara implementasi High Availability di vSphere. VMware vSphere yg saya gunakan kebeneran masih versi 5.5 karna masih males upgrade di kosan ke 6.0 haha.

Karna niatnya catetan pribadi saya cuma mau bahas cara konfignya aja yang simpel sebenernya, jadi kalo mau tau konsep HA bisa baca tulisan saya sebelumnya disini.
Selain itu HA itu banyak sekali model implementasinya terutama admission control yang digunakan harus disesuaikan dengan kebutuhan agan.

OK langsung aja topologi yang saya gunakan kira2 seperti dibawah ini.


Keterangan 
Dalam environment diatas terdapat dua VM yang ada di host 192.168.99.10 dan VM tersebut menggunakan NFS Storage.

Kalo agan masih bingung gimana cara bikin NFS Storagenya bisa baca disini.
Nah syarat simpel untuk implementasi ini itu intinya ialah :
  • Host udah dimanage dengan vCenter
  • Virtual Machine ada di dalam shared storage
  • Usahakan bikin vmkernel port untuk vMotion link.

Nah, kalo environment sudah ready seperti diatas agan bisa langsung akses vCenter server melalui web agan. Kalo pada case diatas saya akses melalui https://192.168.99.11:9443

Langkah Pertama, Buat Cluster
Kalo sudah dibuka, kamu bisa pilih tab vCenter > Host and Clusters, akan muncul gambar seperti dibawah ini. Digambar tersebut sudah dibuat datacenter virtual bernama Latihan


Nah klik kanan di tab Latihan lalu pilih New Clusters


Akan muncul gambar seperti dibawah ini, agan kasih nama cluster agan lalu centang turn on HA.
Agan bisa ikuti seperti pada gambar dibawah ini.


Nah sepengetahuan saya itu kalo dari konfigurasi diatas, apabila agan pilih "Percentage of cluster resources reserved as failover spare capacity" itu berarti di dalam cluster akan direserved resources untuk Memory 25% dan CPU 25% untuk process failover.
(Untuk admission control yg lainnya mungkin akan saya tulis lain kali kalo ada waktunya hehe)..

Tekan OK apabila sudah selesai, cluster dengan nama Testing HA telah berhasil dibuat seperti gambar dibawah ini.



Langkah Kedua, Masukan Host Ke Dalam Cluster

Nah di lab ini ada dua host yaitu vSphere1(192.168.99.9) dan vSphere2(192.168.99.10) masukan kedua host tersebut kedalam cluster dengan hanya mendrag lalu drop.

Drag n drop host 192.168.99.10 kedalam cluster.



Drag n drop host 192.168.99.9 kedalam cluster.


Tunggu proses sampai selesai..

Langkah Ketiga, Testing Apakah HA Berjalan?

Untuk melakukan testing relatif cukup mudah, agan bisa tinggal melakukan ping saja ke masing2 VM dalam kasus diatas VM menggunakan IP 192.168.99.101 dan 192.168.99.102.

Namun sebelumnya cek dulu beberapa hal dibawah ini :
  • Host mana yang menjadi master? Agan bisa cek dengan klik host lalu summary, dalam LAB  kita ini kebeneran yang menjadi master adalah host 192.168.99.10

  • Lalu cek dimana masing2 VM berjalan, nah bisa cek vm1-1 dan vm2-1 berjalan di host mana? Dalam lab ini kedua VM berjalan di atas host 192.168.99.10.


Nah karna kita sudah tahu bahwa kedua VM berjalan diatas host 192.168.99.10 dan host itupun berjalan sebagai master saatnya kita test. Agan bisa shutdown host tersebut dari vCenter agan sambil ping ke masing2 Virtual Machine yaitu vm1-1(192.168.99.101) dan vm2-1 (192.168.99.102).


Sekarang agan coba Shutdown host 192.168.99.10, ikuti langkah seperti dibawah ini.



Pada tab reason ketik saja testing HA lalu klik OK.

Nah sekarang Host 192.168.99.10 sudah mati, kalo diliat dari vCenter server juga akan terlihat seperti dibawah ini.


Nah kalo coba di ping kedua Virtual Machine responsenya adalah destination unreachable yang menandakan tidak ada respon dari si vm tsb, tunggu sampai sekitar 1-3 menit sampe kedua VM tsb UP kembali.


Tunggu sampai UP lagi seperti gambar dibawah ini.



Nah kalo sudah up agan bisa cek ke vCenter agan siapa sekarang yang menjadi master host? Seharusnya adalah host master saat ini adalah 192.168.99.9, lalu coba cek masing2 Virtual Machine seharusnya kedua vm tersebut saat ini akan berada di host 192.168.99.9 seperti gambar dibawah ini.



Nah gimana mudah kan? Selamat mencoba yah semoga berguna catetan saya ini buat agan hehe..

Wednesday, April 1, 2015

Cloning Virtual Machine di VMware vSphere Melalui vSphere Client (Tanpa vCenter)

Cloning adalah proses mengcopy virtual machine yang sudah ada menjadi virtual machine yang baru dengan state dan konfigurasi yang sama. Karna virtual machine sebenarnya merupakan sebuah file maka sebagai administrator kita dapat dengan mudah mencopy virtual machine untuk kebutuhan tertentu, yang perlu kamu ingat bahwa proses cloning bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu :

  • Cloning dari vSphere-Client.
  • Cloning dari vCenter Server apabila host sudah di manage dengan vCenter.

Nah di lab kali ini saya bakal coba demonstrasiin gimana caranya cloning virtual machine dari vSphere client, di lab ini virtual machine yang akan di clone adalah vm1 menjadi vm2.
Posisi awal sebelum vm1 di clone adalah seperti dibawah ini, vm1 akan kita coba cloning menjadi vm2..

  • Langkah pertama, remote host dengan vsphere client lalu ke tab configuration - storage.

  • Klik kanan di datastore lalu browse datastore.

  • Akan muncul tampilan seperti dibawah ini, lalu klik tab create new folder.
  • Buat folder baru dengan nama vm2.

  • Buka folder vm1, cari file dengan format .vmx dan .vmdk.

  • Klik kanan lalu copy kedua file tersebut.

  • Masuk ke folder vm2 lalu paste .vmx dan .vmdk


  • Setelah proses paste selesai di folder vm2, selanjutnya klik kanan di file vm1.vmx lalu pilih add to inventory.

  • Agan bisa isi form selanjutnya yaitu untuk nama vm hasil cloning, mau di taro di resource pool mana setelah selesai klik finish seperti gambar dibawah ini.

        Agan bisa isi nama vm name sesuai dengan nama vm yang agan mau.



        Agan pilih resource pool yang agan inginkan, pilih host sesuai yang kita mau.



        Apabila agan sudah selesai klik finish untuk complete.

Nah kalo sudah di add ke inventory seharusnya akan ada vm baru di inventory vsphere agan.



Dari gambar diatas kelihatan ada vm baru yaitu vm2 sebagai hasil cloning dari vm1.

Semoga bermanfaat yah.. :)

Thursday, March 26, 2015

Jenis-Jenis Virtual Machine Migration di VMware vSphere

Halo gan kali ini saya mau sedikit sharing tentang jenis-jenis migrasi virtual machine di platform vmware vsphere, buat yang masih bingung saya coba kasih pengertian dulu yah apa sih yang dimaksud virtual machine migration.

Migrasi/Migration Virtual Machine adalah teknik yang memungkinkan sebuah virtual machine itu dipindahkan dari sebuah host/datastore ke host/datastore yang lain. Nah, saya kasih gambaran sederhana kira2 seperti dibawah ini loh proses migrasi virtual machine itu :


Penjelasan :
Dari gambar yang saya buat diatas kira ada dua host yang masing-masing memiliki 3 buat virtual machine, Host-1 memiliki VM-A, VM-B, VM-C dan Host-2 memiliki VM-D,VM-E, VM-F. Pada skenario diatas VM-A dipindahkan dari Host-1 ke Host-2. Seperti ini lah kira2 gambaran sederhana bagaimana proses migrasi virtual machine bekerja.

Nah kita bakal berkenalan nih dengan jenis-jenis virtual machine migration di vSphere, jenis yang paling umum digunakan di dunia persilatan untuk migrasi virtual machine dalam platform vSphere itu ada 5 jenis, yaitu :
  • Cold Migration
  • Suspended Migration
  • vSphere vMotion (Change Host)
  • Storage vMotion 
  • Enhanced vSphere vMotion

Dari kelima jenis diatas saya akan coba memberikan gambaran dan penjelasan sederhana dari masing-masing jenis migrasi tersebut.

Cold Migration
Apaan sih cold migration? Cold migration adalah aktifitas memindahkan virtual machine dari sebuah host/datastore ke host/datastore yang lain dalam kondisi virtual machine dalam keadaan 'power off'. Jadi intinya kalo mau melakukan cold migration, shutdown dulu virtual machine yang mau dipindahin lalu migrasikan setelah virtual machine tsb mati. Pertanyaan selanjutnya kapan kita harus menggunakan cold migration? Apa keuntungannya? Cold migration digunakan biasanya untuk memindahkan virtual machine yang masih terasosiasi dengan perangkat virtual seperti disk virtual, selain itu cold migration sangat berguna apabila agan mau memindahkan virtual machine dari sebuah 'Datacenter Virtual' ke 'Datacenter Virtual' lainnya.

Suspended Migration
Jenis migrasi ini adalah jenis migrasi yang sama dengan cold migration, hanya saja apabila state di cold migration adalah 'power off' namun kalo di suspended itu state virtual machinenya adalah 'suspend' bukan 'power off'. Kapan harus make suspend migration? Kondisi yang sama bisa diterapkan ketika menggunakan suspend atau cold migration. Namun, saya sendiri lebih seneng cold migration ketimbang suspended migration, sepertinya suspend migration hanya memfreeze state virtual machine saja, oleh sebab itu cold migration sepertinya jauh lebih aman karna saya takut ketika aktifitas migrasi malah membuat file di dalam virtual machine tsb menjadi corrupt. Hehe

VSphere vMotion (Change Host)
Kalo dari kedua jenis sebelumnya kita ngebahas jenis migrasi yang mengharuskan sebuah virtual machine dalam keadaan off/suspend, maka pada jenis yang kali kita berkenalan sama fitur yang memungkinkan sebuah virtual machine di pindahkan dari sebuah host satu ke host yang lainnya dalam keadaan ON, atau istilah kerennya itu live migration

Saya mau kasih gambaran dulu gimana sih vMotion bekerja, coba perhatikan gambaran dibawah.


Dari gambar diatas kita bisa liat virtual machine dipindahkan dengan fitur vMotion ini dalam keadaan ON dari satu host ke host lainnya, nah kekurangan vMotion ini adalah memang untuk berhasil melakukan fitur ini temen-temen harus menggunakan shared storage. Coba liat gambar dibawah ini :


Kebayang kan? Mungkin bakal ada hambatan teknis memang apabila menggunakan fitur vMotion yang ini, intinya kalo mau melakukan vMotion jenis yang ini storage yang digunakan oleh kedua host harus bertipe shared storage. Selain itu ada syarat lain yang harus diperhatikan apabila ingin berhasil melakukan vMotion dengan mulus dan semringwing :
  • Virtual Machine gak boleh terconnected ke virtual device seperti USB, Floopy Drive, CD-ROM, Raw Device Mapping.
  • Virtual Machine gak boleh di konfigurasi sebagai CPU affinity. CPU affinity membuat sebuah VM gak bisa berpindah tempat.
  • Fitur vSphere vMotion harus bisa ngebuat swap file dulu di host tujuan, oleh sebab itu perhatikan network yang established antara kedua host dengan baik.
  • Virtual Machine gak boleh terconnected ke internal standard switch (virtual switch dengan zero uplink adapter).
  • Interface network yang digunakan minimal adalah interface yang berukuran 1GB di kedua host, hal ini merupakan salah satu hardware requirement, kalo pake 1GB ethernet engga pasti fail.

Storage vMotion
Fitur vMotion yang saya jelasin sebelumnya itu memindahkan VM dari satu Host ke Host yang lainnya, kalo Storage vMotion adalah fitur yang digunakan untuk memindahkan posisi Virtual Machine dari sebuah datastore ke datastore lainnya. Coba perhatikan gambar dibawah ini :


Storage vMotion menggunakan I/O mirroring architecture untuk mencopy disk block antara sources dan destination. Proses Storage vMotion melakukan single pass dari sebuah disk lalu mencopy semua block device dimana vm itu berada dari source datastore ke destination datastore. Jika blok berubah setelah proses copy, maka block akan di sinkronisasi dari source ke destination melalui mirror driver. Proses ini sebenernya merupakan algoritma yang dikembangkan vmware yang membuat proses perpindahan menjadi lebih cepat dengan cara single pass.

Enhanced vSphere vMotion
Fitur ini adalah salah satu fitur kesukaan saya dan biasanya paling sering digunakan di dunia persilatan, apabila di fitur vMotion yang saya jelasin sebelumnya harus menggunakan shared storage, maka Enhanced vSphere vMotion memungkinkan kita untuk memindahkan sebuah virtual machine dari sebuah host ke host yang lain meskipun tanpa menggunakan shared storage. Fitur jenis ini merupakan enhancement dari fitur sebelumnya yang dilakukan oleh vmware dalam produk mereka. 

Coba perhatikan gambar dibawah ini deh :


Secara logical kita bisa liat dari gambar diatas bahwa VM-A di pindahkan dari Host-1 yang tersimpan di Storage Host-1 ke Host-2 dan disimpan di dalam Storage Host-2. Ada beberapa syarat agar agan berhasil dengan mulus semringwing melakukan Enhanced vSphere vMotion ini.
  • Kedua host diatas (Host-1 & Host-2) harus dimanage dengan vCenter Server yang sama.
  • Kedua host diatas harus merupakan bagian dari Data Center Virtual yang sama. 
  • Kedua host diatas harus dalam satu L2 network (Interface VM kernelnya) dan switch yang sama apabila menggunakan VDS.
Kalo mau cobain Enhanced vSphere vMotion silahkan liat tulisan yang saya pernah buat sebelumnya disini.

Abis baca jenis-jenis diatas kebayang yah perbedaannya? Sebagai perbandingan saya lampirin juga nih buat agan tabel perbandingan dari jenis-jenis yang udah saya jelasin diatas.


Nah semoga bermanfaat yah buat agan hehehe.

Friday, March 20, 2015

Manajemen Access Control/User Privilege dan Konsep Identity Sources di VMware vCenter Server

Sekedar sharing sebelumnya mungkin ada temen-temen yang belum tau bahwa ketika kita menginstall vcenter server di windows server, pada saat instalasi bagian SSO kamu akan diminta mengisi form username & password dan setelah selesai akan terbuat domain vsphere.local. Nah domain tersebut adalah domain yg digunakan untuk super admin yang memaintain infrastruktur vmware kita dan biasanya digunakan untuk menentukan user privilege tiap2 administrator yang mengakses vcenter.
Nah saya akan coba menjelaskan 2 hal yaitu konsep identity sources dan implementasi manajemen user privilege

Sekilas Tentang Identity Resources 

Sebelumnya saya mau share sedikit arsitektur sederhana yang paling umum digunakan di dunia real.


NOTES :
Meskipun kamu bisa mengakses vcenter dengan vsphere-client namun menggunakan web-browser dan agentnya google-chrome adalah yang paling recommended,  mengapa mengapa lebih baik mengakses vcenter menggunakan web browser? Karna tab fitur yang tampil akan lebih lengkap ketimbang vsphere-client.

Nah balik lagi ke gambar diatas kamu akan mengakses vcenter namun pada proses autentikasinya sebelum kamu berhasil login sebenernya vcenter akan bertanya kepada SSO apakah user yang kamu gunakan untuk login valid atau tidak valid.

Coba perhatikan gambar dibawah ini :


Penjelasan Singkat :
Gambar diatas adalah model paling umum pada infrastruktur yang menggunakan environment vmware, terlihat terdapat 3 buah identity sources yaitu Active Directory Domain, Local User, Vsphere.local.
Nah Local User dan Vpshere.local akan tercipta secara default apabila kamu sudah berhasil menginstall vcenter.

Ketika user mengakses vcenter server, request tsb akan diteruskan ke modul yang menghandel SSO (Single Sign On). Modul inilah yang mengecek ke tiap2 identity sources apakah username dan password yang kamu masukan valid atau enggak. Apabila valid maka user akan berhasil login dan di redirect kehalaman admin home vcenter dan apabila tidak valid maka user tidak bisa login. 

Manajemen User Privilege

Nah apa sih hubungan manajemen user privilege sama identity sources ini? Sebenernya sih cuma biar temen-temen paham aja bahwa user-user yang bisa dikenali oleh vcenter ini sources itu yang paling umum adalah dari 3 tempat tersebut sehingga kamu bisa lebih mempunyai gambaran untuk menentukan privilege dari masing-masing user tsb.

OBJECT ORIENTED ENTITY RESOURCES
Nah balik lagi ke gimana cara manajemen user privilege di vcenter, kelebihan fitur vcenter dalam memanage privilege user adalah kemampuan memanage tiap-tiap resources-nya secara object oriented. Dalam artian seperti ini, ketika kamu mengakses vcenter tentu akan banyak objek contoh seperti dibawah ini :


Penjelasan singkat dari gambar diatas kira-kira seperti ini, Arif sebagai administrator junior bisa saja mengakses semua turunan resources dari Data Center Latihan, namun kita sebagai 'super administrator' juga bisa membuat arif  tidak bisa mengakses VM Prod03-2 misalnya dikarenakan sifatnya yg critical, seperti itulah kira2 gambaran yang saya maksud object oriented.

CONTOH IMPLEMENTASI

Sekarang saya coba kasih contoh manajemen privilegenya yah.
  • Setelah berhasil instalasi Vcenter coba masuk ke vcenter kamu lalu login sebagai administrator@vsphere.local

  • Setelah itu ke tab Administration -> Configuration, di tahap ini kamu bisa liat jumlah identity sources yang environment kamu miliki.





    Keliatan kan kalo di tab environment saya ada 3 identity sources hehe...
  • Setelah tau identity sources nya coba buat group, misal saya buat group namanya Bermain. Sekarang ke tab 'Users and Groups' lalu ketik tombol hijau untuk tambah group dengan nama 'Bermain'



  • Masih di tab yang sama, add member untuk group bermain, di contoh ini saya masukan user dari Identity Source Active Directory.



  • Setelah selesai sekarang saatnya memberi tahu object mana saja yang bisa dimanage oleh group bermain. Sebagai contoh dibawah ini saya akan memberi grup bermain dengan privileges administrator.

    Dari home tekan tab vCenter -> Host and Clusters akan muncul tab seperti dibawah ini, klik kanan pada object tsb. Di contoh ini karna di environment saya belum saya konfig apa2 ya saya beri grup bermain privilege administrator ke object vcenter.arifzulfikar.local









Setelah selesai klik OK maka group bermain dengan anggota arif@arifzulfikar.local dan eci@arifzulfikar.local bisa mengakses semua object di vcenter.arifzulfikar.local dengan privilage Administrator.
Semoga bermanfaat. :)