Wednesday, April 15, 2015

Mengenal Apa Itu Fault Tolerance Di VMWare vSphere

Sebelumnya saya pernah menshare tentang apa itu High Availability atau yang di dunia persilatan lebih dikenal dengan HA, apabila temen-temen belum membaca bisa baca apa itu HA disini. Pada tulisan saya kali ini saya mau sedikit share tentang FT atau Fault Tolorance di VMware vSphere.
Apa sih Fault Tolerance? Kenapa sebutannya kaya gitu yah? Saya juga gak tau hahaha. Namun yang jelas menurut saya teknologi FT lebih canggih daripada HA, sebelum saya cerita panjang lebar mungkin saya coba jabarkan dulu yah apa itu FT.

Fault Tolerance adalah teknologi yang didesain sedemikian rupa untuk sebuah virtual machine yang memungkinkan terjadinya proses take over task tanpa adanya sebuah downtime dari service yang sedang berjalan, inilah kenapa saya sebut FT lebih canggih ketimbang HA karna dalam implementasinya dilapanga FT tidak ada downtime sedangkan HA ada downtime untuk proses restartnya ketika fail over terjadi.

Ada sebuah catatan kecil apabila temen-temen mau melakukan implementasi FT jangan semua virtual machine dalam host diimplemen FT. Karna teknologi ini memakan resource yang tinggi dari si hostnya, tipsnya adalah pilih VM yang paling critical semisalnya DB.


Nah gimana sih cara kerja FT sehingga memungkinkan tidak ada downtime? Sebelum saya jelaskan cara kerjanya coba temen-temen liat gambar dibawah ini.


Nah dari gambar diatas bisa terlihat yah, intinya adalah apabila kita ingin melakukan implementasi FT maka 3 host diatas harus dijadikan cluster HA terlebih dahulu. 
Cara kerjanya ialah FT akan membuat copy atau menduplikasi virtual machine di host yang berbeda dengan teknologi yang bernama vLockstep.

VMware vLockstep technology memastikan VM yang telah diduplikasi di host lain tetap bisa saling sinkronisasi dan memungkinkan beban kerja/workload dari kedua VM tersebut berjalan secara simultan di host yang berbeda, kalo saya sih lebih seneng nyebutnya Mirroring virtual machine. Konsepnya itu satu copy dari virtual machine tersebut bisa kamu sebut sebagai primary virtual machine, VM ini menjalakan informasi, melayani service dan aplikasi seperti biasanya. Salinan copy yang lainnya disebut secondary virtual machine, secondary VM ini juga menerima input yang sama percis yang diterima oleh si primary VM dan oleh sebab itulah kenapa saya sebut mirroring vm hehe. 

Pertanyaan selanjutnya, gimana mereka berkomunikasi dengan dunia luar? Menarik nih, external world itu hanya akan mengenal satu virtual machine saja which is artinya external world hanya mengenal satu buah IP Address dan satu buah MAC Address dan kita pun hanya perlu memanage satu virtual machine saja yaitu virtual machine primary.
Jika primary VM fail/down maka FT akan sesegera mungkin dalam sepersekian detik membuat copy dari VM yang fail tsb ke host lain dan mengassign VM tsb untuk menghandel task dari VM yang fail tsb, tentu saja VM di copy ke host yang ada dalam satu cluster.

Secara teknis sebelum kita implementasi FT ada beberapa hal yang kudu diperhatikan nih, antara lain adalah sebagai berikut ini.
  • Di dalam vSphere maksimal VM yang dapat menjalankan FT hanya 4 di setiap hostnya.
  • Pastikan juga Virtual Machine di create di shared storage.
  • Turn-off BIOS power management, hal ini dilakukan agar secondary VM mendapatkan resource CPU yang cukup ketika proses fail over terjadi. 

Nah demikian lah kira-kira konsep dan cara kerja fault tolerance di vSphere, semoga berguna yah buat temen-temen sekalian hehehe....

2 comments: