Showing posts with label High Availability. Show all posts
Showing posts with label High Availability. Show all posts

Wednesday, September 13, 2017

Konfigurasi High Availabilty di Cisco Router dengan HSRP dan VRRP

Salah satu teknik untuk High Availability di Router adalah HSRP dan VRRP. HSRP adalah teknologi yang hanya dimiliki oleh Cisco sehingga sifatnya propietary dan hanya bisa berjalan di router merk Cisco, sedangkan VRRP adalah teknologi yang standard dimana hampir semua brand bisa melakukannya.

Topologi yang digunakan dalam lab kali ini dibawah ini.



Dimana detailnya adalah sebagai berikut ini.

  • Router A : 192.168.1.2
  • Router B : 192.168.1.3
  • PC : 192.168.1.10 (Default gateway ke 192.168.1.1)
  • Floating IP : 192.168.1.1

Konfigurasi HSRP
R1(config)#interface gig0/0
R1(config-if)#standby 1 ip 192.168.1.1
R1(config-if)#standby 1 priority 200
R1(config-if)#standby 1 preempt

R2(config)#interface gig0/0
R2(config-if)#standby 1 ip 192.168.1.1
R2(config-if)#standby 1 priority 100
R2(config-if)#standby 1 preempt


Konfigurasi VRRP
R1(config)#int fa0/1
R1(config-if)#vrrp 1 ip 192.168.1.1
R2(config)#int fa0/1
R2(config-if)#vrrp 1 ip 192.168.1.1

Lalu Buat R1 Sebagai Primary
R1(config)#track 1 ip route 3.3.3.3/32 reachability
R1(config)#int fa0/1
R1(config-if)#vrrp 1 priority 110
R1(config-if)#vrrp 1 track 1 decrement 20


Verifikasi
  • Verifikasi HSRP
  • Verifikasi VRRP

Simple banged kan? Semoga bermanfaat catetannya.

Tuesday, June 6, 2017

Perbedaan RAID level 0,1,5,10

RAID singkatan dari Redundant Array of Independent Disk merupakan salah satu teknik dan mekanisme yang sering kita jumpai ketika mensetup sebuah server beserta HDD nya. Memilih RAID level yang akan dikonfigurasi tergantung seberapa penting dan critical aplikasi yang akan berjalan di atas server yang akan kita setup. Semakin critical aplikasinya semakin tinggi RAID level yg direkomendasikan untuk di Setup ( 0 < 1 < 5 < 10 ) dan makin banyak HDD yang diperlukan.

Pada catatan kali ini akan coba ane deskripsikan perbedaan 
  • RAID 0
  • RAID 1
  • RAID 5
  • RAID 10
Notes :
  • Pada diagram A, B, C, dst adalah block file.
  • Pada diagram p1, p2, p3, dst adalah parity.

RAID LEVEL 0 (Block Stripped - No Mirroring)


Penjelasan untuk RAID level 0.
  • Minimum 1 disks.
  • Excellent performance (blocks striped).
  • No redundancy (no mirror, no parity).

Raid level 0 adalah RAID level yang tidak direkomendasikan untuk digunakan di system yang sifatnya critical.


RAID LEVEL 1 (Block Mirrored - No Striped - No Parity)















Penjelasan untuk RAID level 1.

  • Minimum 2 disks.
  • Good performance (no striping, no parity).
  • Excellent redundancy (blocks mirrored).

Recommended bagi yang ingin redudansi tapi budget terbatas karna hanya butuh 2 harddisk.


RAID LEVEL 5 (Block Striped - Parity Distributed)














Beberapa Penjelasan untuk RAID level 5.

  • Minimum 3 disks.
  • Good performance (blocks striped).
  • Good redundancy (distributed parity).


Salah satu opsi yang Cost Effective karna memberikan performance & redundancy. Biasanya opsi ini digunakan apabila aplikasi/database yang ada di system kita berjalan untuk read mode (query only), untuk write mode (misal banyak perubahan data di database) akan ada degradasi performance.


RAID LEVEL 10 (Block Mirrored - Block Stripped)













Beberapa Penjelasan untuk RAID level 10.

  • Minimum 4 disks.
  • Excellent redundancy ( blocks mirrored )
  • Excellent performance ( blocks striped )


Opsi ini biasa disebut stripe of mirrors yang merupakan teknik kombinasi dari RAID 0 & RAID 1. Opsi ini merupakan pilihan terbaik apabila aplikasi database sangat critical dan budget bukan masalah utama.

Semoga catatan saya bermanfaat..

Thursday, April 9, 2015

Implementasi High Availability VMware vSphere

Sekalian bikin catetan pribadi, saya sekalian mau coba share gimana cara implementasi High Availability di vSphere. VMware vSphere yg saya gunakan kebeneran masih versi 5.5 karna masih males upgrade di kosan ke 6.0 haha.

Karna niatnya catetan pribadi saya cuma mau bahas cara konfignya aja yang simpel sebenernya, jadi kalo mau tau konsep HA bisa baca tulisan saya sebelumnya disini.
Selain itu HA itu banyak sekali model implementasinya terutama admission control yang digunakan harus disesuaikan dengan kebutuhan agan.

OK langsung aja topologi yang saya gunakan kira2 seperti dibawah ini.


Keterangan 
Dalam environment diatas terdapat dua VM yang ada di host 192.168.99.10 dan VM tersebut menggunakan NFS Storage.

Kalo agan masih bingung gimana cara bikin NFS Storagenya bisa baca disini.
Nah syarat simpel untuk implementasi ini itu intinya ialah :
  • Host udah dimanage dengan vCenter
  • Virtual Machine ada di dalam shared storage
  • Usahakan bikin vmkernel port untuk vMotion link.

Nah, kalo environment sudah ready seperti diatas agan bisa langsung akses vCenter server melalui web agan. Kalo pada case diatas saya akses melalui https://192.168.99.11:9443

Langkah Pertama, Buat Cluster
Kalo sudah dibuka, kamu bisa pilih tab vCenter > Host and Clusters, akan muncul gambar seperti dibawah ini. Digambar tersebut sudah dibuat datacenter virtual bernama Latihan


Nah klik kanan di tab Latihan lalu pilih New Clusters


Akan muncul gambar seperti dibawah ini, agan kasih nama cluster agan lalu centang turn on HA.
Agan bisa ikuti seperti pada gambar dibawah ini.


Nah sepengetahuan saya itu kalo dari konfigurasi diatas, apabila agan pilih "Percentage of cluster resources reserved as failover spare capacity" itu berarti di dalam cluster akan direserved resources untuk Memory 25% dan CPU 25% untuk process failover.
(Untuk admission control yg lainnya mungkin akan saya tulis lain kali kalo ada waktunya hehe)..

Tekan OK apabila sudah selesai, cluster dengan nama Testing HA telah berhasil dibuat seperti gambar dibawah ini.



Langkah Kedua, Masukan Host Ke Dalam Cluster

Nah di lab ini ada dua host yaitu vSphere1(192.168.99.9) dan vSphere2(192.168.99.10) masukan kedua host tersebut kedalam cluster dengan hanya mendrag lalu drop.

Drag n drop host 192.168.99.10 kedalam cluster.



Drag n drop host 192.168.99.9 kedalam cluster.


Tunggu proses sampai selesai..

Langkah Ketiga, Testing Apakah HA Berjalan?

Untuk melakukan testing relatif cukup mudah, agan bisa tinggal melakukan ping saja ke masing2 VM dalam kasus diatas VM menggunakan IP 192.168.99.101 dan 192.168.99.102.

Namun sebelumnya cek dulu beberapa hal dibawah ini :
  • Host mana yang menjadi master? Agan bisa cek dengan klik host lalu summary, dalam LAB  kita ini kebeneran yang menjadi master adalah host 192.168.99.10

  • Lalu cek dimana masing2 VM berjalan, nah bisa cek vm1-1 dan vm2-1 berjalan di host mana? Dalam lab ini kedua VM berjalan di atas host 192.168.99.10.


Nah karna kita sudah tahu bahwa kedua VM berjalan diatas host 192.168.99.10 dan host itupun berjalan sebagai master saatnya kita test. Agan bisa shutdown host tersebut dari vCenter agan sambil ping ke masing2 Virtual Machine yaitu vm1-1(192.168.99.101) dan vm2-1 (192.168.99.102).


Sekarang agan coba Shutdown host 192.168.99.10, ikuti langkah seperti dibawah ini.



Pada tab reason ketik saja testing HA lalu klik OK.

Nah sekarang Host 192.168.99.10 sudah mati, kalo diliat dari vCenter server juga akan terlihat seperti dibawah ini.


Nah kalo coba di ping kedua Virtual Machine responsenya adalah destination unreachable yang menandakan tidak ada respon dari si vm tsb, tunggu sampai sekitar 1-3 menit sampe kedua VM tsb UP kembali.


Tunggu sampai UP lagi seperti gambar dibawah ini.



Nah kalo sudah up agan bisa cek ke vCenter agan siapa sekarang yang menjadi master host? Seharusnya adalah host master saat ini adalah 192.168.99.9, lalu coba cek masing2 Virtual Machine seharusnya kedua vm tersebut saat ini akan berada di host 192.168.99.9 seperti gambar dibawah ini.



Nah gimana mudah kan? Selamat mencoba yah semoga berguna catetan saya ini buat agan hehe..