Showing posts with label Virtualisasi. Show all posts
Showing posts with label Virtualisasi. Show all posts

Tuesday, June 6, 2017

Perbedaan RAID level 0,1,5,10

RAID singkatan dari Redundant Array of Independent Disk merupakan salah satu teknik dan mekanisme yang sering kita jumpai ketika mensetup sebuah server beserta HDD nya. Memilih RAID level yang akan dikonfigurasi tergantung seberapa penting dan critical aplikasi yang akan berjalan di atas server yang akan kita setup. Semakin critical aplikasinya semakin tinggi RAID level yg direkomendasikan untuk di Setup ( 0 < 1 < 5 < 10 ) dan makin banyak HDD yang diperlukan.

Pada catatan kali ini akan coba ane deskripsikan perbedaan 
  • RAID 0
  • RAID 1
  • RAID 5
  • RAID 10
Notes :
  • Pada diagram A, B, C, dst adalah block file.
  • Pada diagram p1, p2, p3, dst adalah parity.

RAID LEVEL 0 (Block Stripped - No Mirroring)


Penjelasan untuk RAID level 0.
  • Minimum 1 disks.
  • Excellent performance (blocks striped).
  • No redundancy (no mirror, no parity).

Raid level 0 adalah RAID level yang tidak direkomendasikan untuk digunakan di system yang sifatnya critical.


RAID LEVEL 1 (Block Mirrored - No Striped - No Parity)















Penjelasan untuk RAID level 1.

  • Minimum 2 disks.
  • Good performance (no striping, no parity).
  • Excellent redundancy (blocks mirrored).

Recommended bagi yang ingin redudansi tapi budget terbatas karna hanya butuh 2 harddisk.


RAID LEVEL 5 (Block Striped - Parity Distributed)














Beberapa Penjelasan untuk RAID level 5.

  • Minimum 3 disks.
  • Good performance (blocks striped).
  • Good redundancy (distributed parity).


Salah satu opsi yang Cost Effective karna memberikan performance & redundancy. Biasanya opsi ini digunakan apabila aplikasi/database yang ada di system kita berjalan untuk read mode (query only), untuk write mode (misal banyak perubahan data di database) akan ada degradasi performance.


RAID LEVEL 10 (Block Mirrored - Block Stripped)













Beberapa Penjelasan untuk RAID level 10.

  • Minimum 4 disks.
  • Excellent redundancy ( blocks mirrored )
  • Excellent performance ( blocks striped )


Opsi ini biasa disebut stripe of mirrors yang merupakan teknik kombinasi dari RAID 0 & RAID 1. Opsi ini merupakan pilihan terbaik apabila aplikasi database sangat critical dan budget bukan masalah utama.

Semoga catatan saya bermanfaat..

Thursday, March 26, 2015

Jenis-Jenis Virtual Machine Migration di VMware vSphere

Halo gan kali ini saya mau sedikit sharing tentang jenis-jenis migrasi virtual machine di platform vmware vsphere, buat yang masih bingung saya coba kasih pengertian dulu yah apa sih yang dimaksud virtual machine migration.

Migrasi/Migration Virtual Machine adalah teknik yang memungkinkan sebuah virtual machine itu dipindahkan dari sebuah host/datastore ke host/datastore yang lain. Nah, saya kasih gambaran sederhana kira2 seperti dibawah ini loh proses migrasi virtual machine itu :


Penjelasan :
Dari gambar yang saya buat diatas kira ada dua host yang masing-masing memiliki 3 buat virtual machine, Host-1 memiliki VM-A, VM-B, VM-C dan Host-2 memiliki VM-D,VM-E, VM-F. Pada skenario diatas VM-A dipindahkan dari Host-1 ke Host-2. Seperti ini lah kira2 gambaran sederhana bagaimana proses migrasi virtual machine bekerja.

Nah kita bakal berkenalan nih dengan jenis-jenis virtual machine migration di vSphere, jenis yang paling umum digunakan di dunia persilatan untuk migrasi virtual machine dalam platform vSphere itu ada 5 jenis, yaitu :
  • Cold Migration
  • Suspended Migration
  • vSphere vMotion (Change Host)
  • Storage vMotion 
  • Enhanced vSphere vMotion

Dari kelima jenis diatas saya akan coba memberikan gambaran dan penjelasan sederhana dari masing-masing jenis migrasi tersebut.

Cold Migration
Apaan sih cold migration? Cold migration adalah aktifitas memindahkan virtual machine dari sebuah host/datastore ke host/datastore yang lain dalam kondisi virtual machine dalam keadaan 'power off'. Jadi intinya kalo mau melakukan cold migration, shutdown dulu virtual machine yang mau dipindahin lalu migrasikan setelah virtual machine tsb mati. Pertanyaan selanjutnya kapan kita harus menggunakan cold migration? Apa keuntungannya? Cold migration digunakan biasanya untuk memindahkan virtual machine yang masih terasosiasi dengan perangkat virtual seperti disk virtual, selain itu cold migration sangat berguna apabila agan mau memindahkan virtual machine dari sebuah 'Datacenter Virtual' ke 'Datacenter Virtual' lainnya.

Suspended Migration
Jenis migrasi ini adalah jenis migrasi yang sama dengan cold migration, hanya saja apabila state di cold migration adalah 'power off' namun kalo di suspended itu state virtual machinenya adalah 'suspend' bukan 'power off'. Kapan harus make suspend migration? Kondisi yang sama bisa diterapkan ketika menggunakan suspend atau cold migration. Namun, saya sendiri lebih seneng cold migration ketimbang suspended migration, sepertinya suspend migration hanya memfreeze state virtual machine saja, oleh sebab itu cold migration sepertinya jauh lebih aman karna saya takut ketika aktifitas migrasi malah membuat file di dalam virtual machine tsb menjadi corrupt. Hehe

VSphere vMotion (Change Host)
Kalo dari kedua jenis sebelumnya kita ngebahas jenis migrasi yang mengharuskan sebuah virtual machine dalam keadaan off/suspend, maka pada jenis yang kali kita berkenalan sama fitur yang memungkinkan sebuah virtual machine di pindahkan dari sebuah host satu ke host yang lainnya dalam keadaan ON, atau istilah kerennya itu live migration

Saya mau kasih gambaran dulu gimana sih vMotion bekerja, coba perhatikan gambaran dibawah.


Dari gambar diatas kita bisa liat virtual machine dipindahkan dengan fitur vMotion ini dalam keadaan ON dari satu host ke host lainnya, nah kekurangan vMotion ini adalah memang untuk berhasil melakukan fitur ini temen-temen harus menggunakan shared storage. Coba liat gambar dibawah ini :


Kebayang kan? Mungkin bakal ada hambatan teknis memang apabila menggunakan fitur vMotion yang ini, intinya kalo mau melakukan vMotion jenis yang ini storage yang digunakan oleh kedua host harus bertipe shared storage. Selain itu ada syarat lain yang harus diperhatikan apabila ingin berhasil melakukan vMotion dengan mulus dan semringwing :
  • Virtual Machine gak boleh terconnected ke virtual device seperti USB, Floopy Drive, CD-ROM, Raw Device Mapping.
  • Virtual Machine gak boleh di konfigurasi sebagai CPU affinity. CPU affinity membuat sebuah VM gak bisa berpindah tempat.
  • Fitur vSphere vMotion harus bisa ngebuat swap file dulu di host tujuan, oleh sebab itu perhatikan network yang established antara kedua host dengan baik.
  • Virtual Machine gak boleh terconnected ke internal standard switch (virtual switch dengan zero uplink adapter).
  • Interface network yang digunakan minimal adalah interface yang berukuran 1GB di kedua host, hal ini merupakan salah satu hardware requirement, kalo pake 1GB ethernet engga pasti fail.

Storage vMotion
Fitur vMotion yang saya jelasin sebelumnya itu memindahkan VM dari satu Host ke Host yang lainnya, kalo Storage vMotion adalah fitur yang digunakan untuk memindahkan posisi Virtual Machine dari sebuah datastore ke datastore lainnya. Coba perhatikan gambar dibawah ini :


Storage vMotion menggunakan I/O mirroring architecture untuk mencopy disk block antara sources dan destination. Proses Storage vMotion melakukan single pass dari sebuah disk lalu mencopy semua block device dimana vm itu berada dari source datastore ke destination datastore. Jika blok berubah setelah proses copy, maka block akan di sinkronisasi dari source ke destination melalui mirror driver. Proses ini sebenernya merupakan algoritma yang dikembangkan vmware yang membuat proses perpindahan menjadi lebih cepat dengan cara single pass.

Enhanced vSphere vMotion
Fitur ini adalah salah satu fitur kesukaan saya dan biasanya paling sering digunakan di dunia persilatan, apabila di fitur vMotion yang saya jelasin sebelumnya harus menggunakan shared storage, maka Enhanced vSphere vMotion memungkinkan kita untuk memindahkan sebuah virtual machine dari sebuah host ke host yang lain meskipun tanpa menggunakan shared storage. Fitur jenis ini merupakan enhancement dari fitur sebelumnya yang dilakukan oleh vmware dalam produk mereka. 

Coba perhatikan gambar dibawah ini deh :


Secara logical kita bisa liat dari gambar diatas bahwa VM-A di pindahkan dari Host-1 yang tersimpan di Storage Host-1 ke Host-2 dan disimpan di dalam Storage Host-2. Ada beberapa syarat agar agan berhasil dengan mulus semringwing melakukan Enhanced vSphere vMotion ini.
  • Kedua host diatas (Host-1 & Host-2) harus dimanage dengan vCenter Server yang sama.
  • Kedua host diatas harus merupakan bagian dari Data Center Virtual yang sama. 
  • Kedua host diatas harus dalam satu L2 network (Interface VM kernelnya) dan switch yang sama apabila menggunakan VDS.
Kalo mau cobain Enhanced vSphere vMotion silahkan liat tulisan yang saya pernah buat sebelumnya disini.

Abis baca jenis-jenis diatas kebayang yah perbedaannya? Sebagai perbandingan saya lampirin juga nih buat agan tabel perbandingan dari jenis-jenis yang udah saya jelasin diatas.


Nah semoga bermanfaat yah buat agan hehehe.

Saturday, March 14, 2015

Perbedaan Private Cloud, Public Cloud, dan Hybrid Cloud

Pada artikel kali ini saya mau sharing sedikit pengetahuan mengenai perbedaan Private CloudPublic Cloud, dan Hybrid Cloud. Nah sebelum membedah perbedaan dari ketiga jenis cloud tsb, kita harus memahami dulu definisi cloud computing, cloud computing biasanya erat sekali dengan teknologi virtualisasi. Cloud computing adalah sebuah model network access yang fleksibel yang mampu mengakses resources ke dalam sebuah pool yang telah disediakan kapanpun, dimanapun dan yang paling penting servicesnya mempunyai nilai tambah. Resources tersebut bisa dalam bentuk network, services, aplikasi, ataupun sebuah storage.
Nah bedasarkan jenisnya itu cloud terbagi menjadi tiga, yaitu private cloud, public cloud, dan hybrid cloud.

Private Cloud



Private cloud adalah sebuah organisasi yang mengimplementasikan dan memanage IT Infrastruktur melalui virtual system yang dibutuhkan. Apa saja yang di provide oleh infrastruktur tsb? Yang paling umum dalam sebuah corporate biasanya menyediakan sebuah services yang mampu diakses dalam intranet mereka sendiri dan posisinya itu dibelakang firewall corporate tsb. Contohnya : mail server, web server, aplication server, dsb.
Lalu apa keuntungan dari menggunakan sebuah private cloud?
  • Lebih aman karna resource yang kamu miliki hanya dapat diakses oleh internal organisasi kamu saja.
  • Performance yang lebih tinggi ketimbang public/hybrid cloud.
  • Self-service provisioning, infrastruktur tersebut bebas mau kamu deploy apapun yg sesuai dengan kebutuhan organisasi kamu.
  • Lebih mudah dikontrol ketimbang public/hybrid cloud.

Public Cloud


Public cloud biasanya adalah service pool yang disediakan oleh IT provider yang secara umum biasanya dalam satu pool tersebut isinya terdiri dari berbagai macam bisnis. Nah Cloud provider ini biasanya menyiapkan service melalui internet dan mirip sekali dengan ISP, contoh paling umum implementasi sebuah public cloud itu adalah web hosting. Sebenernya apabila perusahaan menggunakan public cloud keuntungannya hampir percis sama dengan private cloud, sehingga hasilnya perusahaan tsb seolah-olah menggunakan outsource IT yang sebenernya rata-rata dimaintain oleh orang-orang di provider tsb. Terkadang memang Security, SLA (Services Level Agreement), sampai Value Added Service yang ditawarkan si provider cloud tsb sering banged menjadi concern kita terutama dalam memilih cloud provider yang tepat apabila memang bisnis kita critical sifatnya, namun public cloud merupakan solusi terbaik biasanya bagi perusahaan-perusahaan kecil yang memiliki kendala di cost/biaya.
Lalu lagi sih apa keuntungan menggunakan public cloud?
  • Lebih murah, coba bandingkan dengan pengunaan private cloud selain harus menyediakan infastruktur sendiri kamu harus memikirkan biaya operational seperti listrik, biaya engineer dsb apabila menggunakan private cloud. 
  • Gak perlu pusing mikirin resources, provider udah punya biasanya engineer yang siap membantu kamu.

Hybrid Cloud


Gambar diatas saya ambil dari konsep salah satu platform, apa sih hybrid cloud? Hybrid cloud itu contohnya adalah sebuah organisasi yang punya sebuah infrastruktur cloud yang bukan hanya bisa diakses oleh intranet mereka saja namun juga dapat diakses dari internet, tentu yang dapat mengakses harusnya hanya orang-orang yang punya kepentingan saja yah.
Contohnya nih, kalau pada private cloud kan biasanya organisasi itu mampu memindahkan dan memvirtualisasikan ke dalam platform private cloud mereka, lalu setelah aplikasi dibuat menjadi virtual perusahaan bisa mendapat tambahan biaya dengan memindahkan sebagian aplikasi ke cloud external/public cloud. Setelah aplikasi tersebut dipindahkan ke public cloud maka kamu bisa menentukan aplikasi tersebut mau dijadikan public cloud atau private cloud.
Tanpa bermaksud promosi ataupun membandingkan hanya sekedar sharing, pada platform tertentu seperti VMware mereka menawarkan VMware Vcloud Hybrid Service untuk memanage hybrid cloud. Saya masih kurang tau apakah ada fitur yang sama ada pada platform lain.
Lalu apa keuntungan dari menggunakan hybrid cloud?
  • Beberapa aset berbasis cloud mampu diakses dari intranet.
  • Beberapa ases berbasis cloud mampu diakses melalui internet.
  • Dengan model hybrid, perusahaan biasanya dapet 'saving cost' dengan memindahkan beberapa infrastruktur dan service ke external/public cloud.

Apakah pembaca sudah ada pencerahan perbedaan jenis ketiga cloud diatas? Semoga berguna yah....

Thursday, March 5, 2015

Memahami Konsep Bagaimana Virtualisasi Bekerja

Cuma mau sharing aja buat temen-temen yang mau belajar virtualisasi. Saya bahas bedasarkan konsep yang saya pelajari dari vmware, namun seharusnya konsep seperti ini adalah standard di semua platform sih mungkin istilahnya saja yang beda. #pleasecmiiw

Kunci utama dalam memahami teknologi virtualisasi adalah kamu benar-benar menyadari bahwa virtualisasi sebenernya menggunakan sumber daya infrastruktur physical yang resourcenya dibagi-bagi. Nah dengan adanya virtualisasi ini kita dapat menjalankan beberapa mesin secara virtual di dalam sebuah resource/mesin tunggal dalam waktu yang simultan dan bersamaan.

Gambar dibawah mungkin bisa ngebantu temen-temen memahami konsep awal virtualisasi.


Kalo diliat dari gambar diatas, virtual machine dapat berjalan dengan mengakses resource yang di share oleh induk/hostnya dimana virtual machine tersebut berjalan. Bagaimana vm-vm tersebut dapat berjalan? Nah disinilah fungsi penting dari hypervisor, hypervisor lah yang bertugas untuk melakukan scheduling resource.

Nah apa saja sih yang dapat di jadikan virtual? Saya coba jabarkan dibawah bedasarkan konsep dari yang saya pelajari di vmware yah.

CPU Physical VS CPU Virtual

Gambar diatas menunjukan perbedaan arsitektur fisik dan arsitektur virtual, virtualisasi CPU ini menekankan pada performance dan berjalan langsung benar-benar diatas CPU si induk/fisik. 
Nah yang harus diperhatikan disini adalah meskipun beberapa platform teknologi virtualisasi menjamin sebuah overcommitment (kemampuan platform tsb menjalankan resource secara bersamaan dalam satu waktu) ini bukan berarti tanpa batas. Dan yang harus diingat juga, CPU virtualization hampir di semua platform bukan lah sebuah emulator, dengan kata lain apabila banyak VM berjalan diatas sebuah hypervisor ini sangat memungkinkan terjadinya resource contention

Note :
Resource Contetion adalah kondisi dimana tiap-tiap mesin virtual berebut resource dari induk/hostnya. Hal ini memungkinkan terjadinya degradasi performance resource secara keseluruhan terutama vm-vm yang ada di dalam host tersebut.

Memory Physical VS Memory Virtual

Kalo sebelumnya kita membahas CPU kita beralih membahas Memory. Nah kalo dari gambar diatas pada environment non-virtual, Operating System benar-benar menguasai seluruh resource memory yang dimiliki oleh si Host/Induk. Singkatnya dalam environment non-virtual apabil host memiliki memory 4GB maka OS system yang di install di Host tsb pun menguasai 4GB resource memory.

Berbeda cerita apabila system yang kita miliki bekerja di virtual environment, resource memory yang dimiliki si Host 4 GB belum tentu vm-vm nya memiliki resource memory yang sama dengan si host, bisa jadi VM-A 1GB, VM-B 2GB, VM-C 1GB. Pertanyaannya itu, bagaimana mereka bekerja? Pada environment virtual, layer virtualisasi akan menciptakan space address memory yang berkedekatan ketika VM di create. Cara kerja seperti inilah yang memungkinkan hypervisor menjalankan dan melakukan schedulling virtual machine secara simultan sekaligus melindungi memory masing-masing VM agar tidak diakses oleh yang lainnya.

Yang harus dipahami disini ialah persamaan konsep bahwa hampir di semua platform teknologi sharing termasuk memory seperti ini bukanlah sebuah emulator, oleh karena itu pembagian resource memory ketika proses deployment harus diperhatikan dengan baik untuk mencegah resource contention.

Network Physical VS Network Virtual

Nah bagian ini agak seru dibahas sebab ini merupakan komponen kunci virtual environment berjalan dengan baik. Virtual Ethernet Adapters dan Virtual Switches adalah kunci bagaimana vm-vm di dalam sebuah host dapat berhubungan dengan internet ataupun public infrastruktur. 
Hal penting yang harus diinget ialah, VM di dalam host dapat dikonfigurasi agar mempunyai lebih dari satu virtual ethernet.
Hal lain yang harus diinget, Virtual Switches di dalam virtual-environment bertugas untuk membuat VM yang ada di dalam host tersebut saling berkomunikasi dengan protocol yang sama. Nah di dalam platform VMware bahkan Virtual Switches support standard VLAN protocol yang bisa di integrasikan dengan beberapa perangkat seperti Cisco, Juniper, dsb. Yang lebih canggihnya lagi Virtual Switches di platform vmware (yang saya pelajari) mampu melakukan segmentasi VLAN. Saya masih belum tau apakah di Platform Openstack atau Hyper-V mampu melakukan hal yang sama, seharusnya bisa sih.

Nah sekian dulu yah temen-temen semoga berguna. :)

Tuesday, March 3, 2015

Alasan Kenapa Menggunakan Teknologi Virtualisasi Sangat Menguntungkan

Saat ini hampir semua perusahaan terutama yang unit bisnisnya bergantung pada infrastruktur IT mulai berpikir untuk hijrah dari Model Infrastruktur Physical ke Model Infrastruktur Virtual. Bahkan di beberapa proyek yang saya handel yang mana sebelumnya menggunakan infrastruktur secara physical sudah mulai berpikir untuk hijrah ke model virtualisasi.

Kali ini saya akan menjelaskan sedikit perbedaan Model Infrastruktur Physical dan Model Infrastruktur Virtual beserta keuntungannya menggunakan virtualisasi.


Physical Infrastructure
Model seperti ini adalah model yang paling sering kita jumpai sehari-hari, model tradisional yang digunakan semua orang bahkan semua perusahaan-perusahaan besar sebelum munculnya teknologi virtualisasi. Mereka menginstall OS dan software yang kemudian berjalan benar-benar diatas mesin komputer secara fisik. 
Penjelasan visual model infrastruktur fisik mungkin bisa lebih jelas apabila anda melihat gambar dibawah ini.


Pendek kata pada model tradisional seperti ini apabila anda ingin memiliki 10 web server maka anda harus mempunyai 10 hardware pula yang mungkin harganya sangat mahal dan mungkin tidak sesuai dengan budget yang anda miliki. Selain itu bayangkan biaya operasional lainnya untuk membeli kabel, rack space, power supply, provisioning server, dan biaya maintenance yang pastinya akan lebih mahal ketimbang menggunakan teknologi virtualisasi. 

Virtual Infrastructure
Nah gimana kalo anda menggunakan infrastruktur IT secara virtual? saya coba berikan gambaran yah. 
Pada intinya virtualisasi itu merupakan teknologi yang memungkinkan sebuah infrastruktur fisik di transformasikan menjadi sebuah software/file, mungkin dari sinilah muncul istilah software defined data center. Nah pertanyaan selanjutnya itu apa saja sih yang mampu di transformasikan menjadi software/file? 
Beberapa platform seperti vmware, hyper-v, openstack biasanya mampu mentransformasikan device dibawah ini menjadi sebuah file/software :
  • CPU
  • Memory/RAM
  • NIC
  • Disk
  • Switch
Bahkan sekarang beberapa platform seperti vmware mampu mentransformasikan router menjadi file/software. Bayangkan potensi dari virtualisasi ini di kemudian hari apabila router dan seluruh fitur routingnya bisa dijadikan mesin virtual, mungkin demand terhadap router fisik di masa depan akan jauh menurun.
Gambar dibawah ini mungkin bisa membantu anda untuk lebih jauh memahami model infrastruktur secara virtual.



Dari gambar diatas keliatan jelas kan perbedaan antara model physical dan model virtual? Anda bisa menjalankan 10 OS secara simultan dalam satu waktu di dalam satu server. Pendek kata, anda dapat membuat 10 web server dengan hanya mempunyai sebuah server saja.
Nah apa keuntungan anda hijrah dari model physical ke virtual ini? 
  • Biaya yang jauh lebih murah.
  • Mudah apabila anda ingin membangun redundansi.
  • Manajemen yang lebih mudah, contohnya : karna VM berbentuk file jadi bisa lebih mudah di relokasi.
Selain itu dengan menggunakan virtualisasi artinya anda juga berkontribusi dalam penghematan energi loh, sebab konsumsi listrik jauh lebih sedikit ketimbang model physical. 

Semoga bermanfaat.