Thursday, April 9, 2015

Implementasi High Availability VMware vSphere

Sekalian bikin catetan pribadi, saya sekalian mau coba share gimana cara implementasi High Availability di vSphere. VMware vSphere yg saya gunakan kebeneran masih versi 5.5 karna masih males upgrade di kosan ke 6.0 haha.

Karna niatnya catetan pribadi saya cuma mau bahas cara konfignya aja yang simpel sebenernya, jadi kalo mau tau konsep HA bisa baca tulisan saya sebelumnya disini.
Selain itu HA itu banyak sekali model implementasinya terutama admission control yang digunakan harus disesuaikan dengan kebutuhan agan.

OK langsung aja topologi yang saya gunakan kira2 seperti dibawah ini.


Keterangan 
Dalam environment diatas terdapat dua VM yang ada di host 192.168.99.10 dan VM tersebut menggunakan NFS Storage.

Kalo agan masih bingung gimana cara bikin NFS Storagenya bisa baca disini.
Nah syarat simpel untuk implementasi ini itu intinya ialah :
  • Host udah dimanage dengan vCenter
  • Virtual Machine ada di dalam shared storage
  • Usahakan bikin vmkernel port untuk vMotion link.

Nah, kalo environment sudah ready seperti diatas agan bisa langsung akses vCenter server melalui web agan. Kalo pada case diatas saya akses melalui https://192.168.99.11:9443

Langkah Pertama, Buat Cluster
Kalo sudah dibuka, kamu bisa pilih tab vCenter > Host and Clusters, akan muncul gambar seperti dibawah ini. Digambar tersebut sudah dibuat datacenter virtual bernama Latihan


Nah klik kanan di tab Latihan lalu pilih New Clusters


Akan muncul gambar seperti dibawah ini, agan kasih nama cluster agan lalu centang turn on HA.
Agan bisa ikuti seperti pada gambar dibawah ini.


Nah sepengetahuan saya itu kalo dari konfigurasi diatas, apabila agan pilih "Percentage of cluster resources reserved as failover spare capacity" itu berarti di dalam cluster akan direserved resources untuk Memory 25% dan CPU 25% untuk process failover.
(Untuk admission control yg lainnya mungkin akan saya tulis lain kali kalo ada waktunya hehe)..

Tekan OK apabila sudah selesai, cluster dengan nama Testing HA telah berhasil dibuat seperti gambar dibawah ini.



Langkah Kedua, Masukan Host Ke Dalam Cluster

Nah di lab ini ada dua host yaitu vSphere1(192.168.99.9) dan vSphere2(192.168.99.10) masukan kedua host tersebut kedalam cluster dengan hanya mendrag lalu drop.

Drag n drop host 192.168.99.10 kedalam cluster.



Drag n drop host 192.168.99.9 kedalam cluster.


Tunggu proses sampai selesai..

Langkah Ketiga, Testing Apakah HA Berjalan?

Untuk melakukan testing relatif cukup mudah, agan bisa tinggal melakukan ping saja ke masing2 VM dalam kasus diatas VM menggunakan IP 192.168.99.101 dan 192.168.99.102.

Namun sebelumnya cek dulu beberapa hal dibawah ini :
  • Host mana yang menjadi master? Agan bisa cek dengan klik host lalu summary, dalam LAB  kita ini kebeneran yang menjadi master adalah host 192.168.99.10

  • Lalu cek dimana masing2 VM berjalan, nah bisa cek vm1-1 dan vm2-1 berjalan di host mana? Dalam lab ini kedua VM berjalan di atas host 192.168.99.10.


Nah karna kita sudah tahu bahwa kedua VM berjalan diatas host 192.168.99.10 dan host itupun berjalan sebagai master saatnya kita test. Agan bisa shutdown host tersebut dari vCenter agan sambil ping ke masing2 Virtual Machine yaitu vm1-1(192.168.99.101) dan vm2-1 (192.168.99.102).


Sekarang agan coba Shutdown host 192.168.99.10, ikuti langkah seperti dibawah ini.



Pada tab reason ketik saja testing HA lalu klik OK.

Nah sekarang Host 192.168.99.10 sudah mati, kalo diliat dari vCenter server juga akan terlihat seperti dibawah ini.


Nah kalo coba di ping kedua Virtual Machine responsenya adalah destination unreachable yang menandakan tidak ada respon dari si vm tsb, tunggu sampai sekitar 1-3 menit sampe kedua VM tsb UP kembali.


Tunggu sampai UP lagi seperti gambar dibawah ini.



Nah kalo sudah up agan bisa cek ke vCenter agan siapa sekarang yang menjadi master host? Seharusnya adalah host master saat ini adalah 192.168.99.9, lalu coba cek masing2 Virtual Machine seharusnya kedua vm tersebut saat ini akan berada di host 192.168.99.9 seperti gambar dibawah ini.



Nah gimana mudah kan? Selamat mencoba yah semoga berguna catetan saya ini buat agan hehe..

Friday, April 3, 2015

High Availability Cluster CentOS Menggunakan Heartbeat

Pada lab kali ini saya mau share sedikit implementasi sederhana cluster menggunakan heartbeat di CentOS, percobaan ini dilakukan untuk melakukan cluster pada service httpd.
Topologi yang akan kita gunakan adalah seperti dibawah ini :


Kalo masih bingung, Virtual IP Address adalah IP yang dibentuk oleh heartbeat. Heartbeat sendiri adalah program yang menjalankan special script yang biasanya mengirim signal ke node lain untuk saling mengkontrol dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya. 

Metode yang digunakan adalah Active-Standby/Master-Slave, apabila ada satu node master mati maka heartbeat bertugas untuk memberi tahu node yang standby/slave untuk segera mencover si node master tsb. Langsung aja yah dibawah ini konfigurasinya :

Notes :
- Di lab ini konfigurasi IPTABLES dan Selinux dalam keadaan disabled.

Konfigurasi

Pastikan hostname di masing2 node sudah benar.
[root@web1 ~]# uname -n
web1

[root@web2 ~]# uname -n
web2

Tambahkan konfigurasi di /etc/hosts di masing2 node.
[root@web1 ~]# vi /etc/hosts
#tambahkan ini 
192.168.99.91 web1
192.168.99.92 web2

[root@web2 ~]# vi /etc/hosts
#tambahkan ini 
192.168.99.91 web1
192.168.99.92 web2

Install package di masing2 node adalah sebagai berikut ini.
[root@web1 ~]# rpm -Uvh http://download.fedoraproject.org/pub/epel/6/x86_64/epel-release-6-8.noarch.rpm
[root@web1 ~]# yum --enablerepo=epel install heartbeat; yum install httpd -y

[root@web2 ~]# rpm -Uvh http://download.fedoraproject.org/pub/epel/6/x86_64/epel-release-6-8.noarch.rpm
[root@web2 ~]# yum --enablerepo=epel install heartbeat; yum install httpd -y

Matikan service httpd ketika boot dengan command chkconfig httpd off, hal ini karna httpd akan dinyalakan oleh heartbeat ketika booting.

[root@web1 ~]# chkconfig httpd off

[root@web2 ~]# chkconfig httpd off

Heartbeat yang terinstall di web server saya adalah versi heartbeat-3.0.4, setelah heartbeat di install maka pindahkan tiga file (ha.cf, authkeys, haresources) ini ke /etc/ha.d/.

[root@web1 ~]# cp /usr/share/doc/heartbeat-3.0.4/authkeys /etc/ha.d/; cp /usr/share/doc/heartbeat-3.0.4/ha.cf /etc/ha.d/; cp /usr/share/doc/heartbeat-3.0.4/haresources /etc/ha.d/

[root@web2 ~]# cp /usr/share/doc/heartbeat-3.0.4/authkeys /etc/ha.d/; cp /usr/share/doc/heartbeat-3.0.4/ha.cf /etc/ha.d/; cp /usr/share/doc/heartbeat-3.0.4/haresources /etc/ha.d/

Sekarang mulai konfigurasi heartbeat, dimulai dengan konfigurasi di authkeys.
[root@web1 ~]# vi /etc/ha.d/authkeys
#tambahin konfig ini
auth 2
2 sha1 test-ha

Jangan lupa, ganti permission file ini agar hanya root saja yang bisa ganti2 konfig di file ini
[root@web1 ~]# chmod 600 /etc/ha.d/authkeys

Lalu lanjut konfigurasi di di ha.cf yang merupakan part terpenting, edit file ha.cf sbb.
[root@web1 ~]# vi /etc/ha.d/ha.cf
##tambahin konfig ini
logfile /var/log/ha-log ##(buat logging file)
logfacility local0 ##(severity log)
keepalive 2 ##(keepalive parameter 2s)
deadtime 30 ##(deadtime timer 30s)
initdead 120 ##(initdead timer 120s)
bcast eth0 ##(broadcast interface yg digunakan)
udpport 694 ##(port yang digunakan 694 udp)
auto_failback on ##(auto failback)
node web1 ##(node 1 yaitu web1)
node web2 ##(node 2 yaitu web2)

Terakhir adalah haresources file, kita isi sbg informasi master node dan virtual ip address yg digunakan.
[root@web1 ~]# vi /etc/ha.d/haresources
##tambahin konfig ini
web1 192.168.99.93 httpd

Biar cepet, copy ketiga file atau semua file yang ada di /etc/ha.d di web1 ke web2.
[root@web1 ~]# scp -r /etc/ha.d/ root@web2:/etc/


Setelah itu, konfigurasi file httpd.conf dengan mengubah parameter dibawah ini.
[root@web1 ~]# vi /etc/httpd/conf/httpd.conf
##standarnya adalah 'Listen 80', ubah parameter listen menjadi seperti dibawah ini##
Listen 192.168.99.93:80

Biar cepet juga, copy file httpd.conf di web1 ke web2.
[root@web1 ~]# scp /etc/httpd/conf/httpd.conf root@web2:/etc/httpd/conf/

Buat index file di masing2 node, biar keliatan bedanya saya bedain isinya di masing2 index.html.
[root@web1 ~]# echo "konten di web1" > /var/www/html/index.html

[root@web2 ~]# echo "konten di web2" > /var/www/html/index.html


Sekarang start heartbeat kamu, inget start hearbeatnya aja gak usah start httpdnya. Nanti yang bertugas jalanin httpdnya adalah aplikasi heartbeatnya.

[root@web1 ~]# /etc/init.d/heartbeat start
Starting High-Availability services: INFO:  Running OK
CRITICAL: Resource 192.168.99.91 is active, and should not be!
CRITICAL: Non-idle resources can affect data integrity!
info: If you don't know what this means, then get help!
info: Read the docs and/or source to /usr/share/heartbeat/ResourceManager for more details.
CRITICAL: Resource 192.168.99.91 is active, and should not be!
CRITICAL: Non-idle resources can affect data integrity!
info: If you don't know what this means, then get help!
info: Read the docs and/or the source to /usr/share/heartbeat/ResourceManager for more details.
CRITICAL: Non-idle resources will affect resource takeback!
CRITICAL: Non-idle resources may affect data integrity!
Done.

[root@web2 ~]# /etc/init.d/heartbeat start
Starting High-Availability services: INFO:  Running OK
CRITICAL: Resource 192.168.99.92 is active, and should not be!
CRITICAL: Non-idle resources can affect data integrity!
info: If you don't know what this means, then get help!
info: Read the docs and/or source to /usr/share/heartbeat/ResourceManager for more details.
CRITICAL: Resource 192.168.99.92 is active, and should not be!
CRITICAL: Non-idle resources can affect data integrity!
info: If you don't know what this means, then get help!
info: Read the docs and/or the source to /usr/share/heartbeat/ResourceManager for more details.
CRITICAL: Non-idle resources will affect resource takeback!
CRITICAL: Non-idle resources may affect data integrity!
Done.

Testing Apakah Cluster Heartbeat Sudah Berjalan? 

Coba akses Virtual IP Address http://192.168.99.93 dari browser agan.
Output seharusnya adalah "konten di web1"



Sekarang untuk ngetes apakah cluster berjalan dengan baik coba matikan service heartbeat di web1 atau kalo mau ekstrem coba reboot/shutdown web1 lalu akses lagi  http://192.168.99.93
Output seharusnya adalah "konten di web2"


Done!
Semoga bermanfaat.

Wednesday, April 1, 2015

Cloning Virtual Machine di VMware vSphere Melalui vSphere Client (Tanpa vCenter)

Cloning adalah proses mengcopy virtual machine yang sudah ada menjadi virtual machine yang baru dengan state dan konfigurasi yang sama. Karna virtual machine sebenarnya merupakan sebuah file maka sebagai administrator kita dapat dengan mudah mencopy virtual machine untuk kebutuhan tertentu, yang perlu kamu ingat bahwa proses cloning bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu :

  • Cloning dari vSphere-Client.
  • Cloning dari vCenter Server apabila host sudah di manage dengan vCenter.

Nah di lab kali ini saya bakal coba demonstrasiin gimana caranya cloning virtual machine dari vSphere client, di lab ini virtual machine yang akan di clone adalah vm1 menjadi vm2.
Posisi awal sebelum vm1 di clone adalah seperti dibawah ini, vm1 akan kita coba cloning menjadi vm2..

  • Langkah pertama, remote host dengan vsphere client lalu ke tab configuration - storage.

  • Klik kanan di datastore lalu browse datastore.

  • Akan muncul tampilan seperti dibawah ini, lalu klik tab create new folder.
  • Buat folder baru dengan nama vm2.

  • Buka folder vm1, cari file dengan format .vmx dan .vmdk.

  • Klik kanan lalu copy kedua file tersebut.

  • Masuk ke folder vm2 lalu paste .vmx dan .vmdk


  • Setelah proses paste selesai di folder vm2, selanjutnya klik kanan di file vm1.vmx lalu pilih add to inventory.

  • Agan bisa isi form selanjutnya yaitu untuk nama vm hasil cloning, mau di taro di resource pool mana setelah selesai klik finish seperti gambar dibawah ini.

        Agan bisa isi nama vm name sesuai dengan nama vm yang agan mau.



        Agan pilih resource pool yang agan inginkan, pilih host sesuai yang kita mau.



        Apabila agan sudah selesai klik finish untuk complete.

Nah kalo sudah di add ke inventory seharusnya akan ada vm baru di inventory vsphere agan.



Dari gambar diatas kelihatan ada vm baru yaitu vm2 sebagai hasil cloning dari vm1.

Semoga bermanfaat yah.. :)

Tuesday, March 31, 2015

Marking Packet Download dan Upload di Router MikroTik

Skenario ini saya kutip dari buku salah satu kenalan di forum IT, berhubung udah hampir dua tahun gak megang perangkat network jadi biar konsep dan konfig tetep inget sekalian saya catet di blog biar gak lupa dan sebagai catetan pribadi juga soalnya kadang suka males kalo liat2 ke buku lagi hehe..

Jadi topologi yang digunakan kira-kira seperti dibawah ini :


Network dianggap internet yah, interface publik di router adalah eth1, sedangkan skenario yang diinginkan adalah sebagai berikut ini :
  • Router mampu melakukan marking terhadap traffic upload dari client (192.168.1.254) ke internet.
  • Router mampu melakukan marking terhadap traffic download dari internet ke client (192.168.1.254).
  • Traffic upload dari client ke router.
  • Traffic download dari router ke client.
Konfigurasi 
  • Mark Connection dari source address 192.168.1.254, hal ini dilakukan agar marking packet selanjutnya dapat mengenali connection yang di marking adalah paket connection dari source address 192.168.1.254





  • Mark packet terhadap traffic upload dari client (192.168.1.254) ke internet.




  • Mark packet terhadap traffic download dari internet ke client (192.168.1.254).




  • Mark Packet traffic upload dari client ke router.




  • Mark Packet traffic download dari router ke client.


Setelah itu coba kunjungi youtube.com atau lihat situs lainnya, apakah counter sudah bertambah? Apabila sudah bertambah maka konfigurasi yang telah dilakukan telah berhasil dengan baik.


Done!

Instalasi Redhat Cluster Suite Administration Tools di CentOS 6.x

Redhat Cluster Suite merupakan salah satu fitur yang digunakan untuk fail over dan high availability di dalam environment Redhat/CentOS. Konsep dan penerapan high availability sebenernya terbagi menjadi beberapa layer seperti dari layer network, hardware, operating system dan aplikasi.
Sebelumnya kita berkenalan dulu sama beberapa fitur redudansi dari berbagai layer yah, buat pembaca mungkin bisa koreksi saya kalo saya salah hehe.
  • Dari layer network biasanya redudansi menggunakan fitur hsrp, vrrp dan lain sebagainya.
  • Dari layer hardware/server redudansi bisa menggunakan vsphere HA apabila fencing yang digunakan adalah virtual environment.
  • Dari layer OS dan aplikasi salah satu solusi yang digunakan apabila di environment CentOS/Linux adalah redhat cluster suite.
Jujur pada saat saya nulis ini saya pun sebenernya masih mendalami fitur-fitur redhat cluster suite ini, saya tulis sebagai catetan pribadi biar enggak lupa dan ada siapa tau juga ada temen-temen yang nyari tau cara installnya.

Nah karna kita membahas tentang cara instalasinya saya lampirkan topologi yang saya gunakan.


Jadi kalo diliat dari tabel diatas instalasi akan dilakukan di 2 server, storage yang digunakan adalah centralized storage dengan protokol iSCSI..

Notes
  • Cman atau cluster management adalah aplikasi distributed cluster manager yang berjalan di setiap cluster node dan bertugas untuk mengkontrol quorum.
  • Cman memonitori cluster quorum dengan memantau node di dalam cluster. Jika lebih dari setengah node aktif, maka cluster memiliki quorum. Jika setengah node (atau kurang) yang aktif, maka cluster tidak memiliki quorum dan semua aktivitas cluster dihentikan.
  • Cluster Quorum mencegah terjadinya kondisi "split brain", split brain adalah suatu kondisi dimana dua instance dalam sebuah cluster yang sama berjalan secara bersamaan. Kondisi split brain akan memungkinkan setiap instances dalam cluster mengakses resources cluster tanpa sepengetahuan dari contoh cluster lainnya, hal ini akan membuat degradasi performance pada cluster yang sudah dibentuk sehingga cluster tidak bekerja dengan baik.
  • Luci adalah aplikasi yang dijalankan dalam sebuah node dan bertugas untuk berkomunikasi dengan multipel cluster dan node lainnya via ricci.
  • Ricci adalah agent yang berjalan di tiap komputer yang berkomunkasi dan di managed oleh conga.
  • Conga adalah kumpulan atau paket komponen yang digunakan untuk centralized configuration dan management redhat cluster dan storagenya, ricci dan luci adalah bagian dari conga.

INSTALASI CLUSTER SUITE ADMINISTRATION TOOLS

Notes 
  • Pastikan kamu sudah terhubung ke repository lokal ataupun internet, kalo belum tau cara bikin repository bisa liat catetan saya disini.
  • Di lab ini saya matiin selinux dan iptables, konfigurasi akan diperjelas dibawah.

Instalasi komponen node1.clustering.local

# chkconfig iptables off
# /etc/init.d/iptables stop

# vi /etc/selinux/config
##(ganti parameter dibawah ini menjadi disabled)
SELINUX=disabled

# vi /etc/sysconfig/network
##ganti hostname menjadi node1.clustering.local
HOSTNAME=node1.clustering.local

# vi /etc/hosts
## tambahin parameter dibawah ini
192.168.227.10 node1.clustering.local node1
192.168.227.20 node2.clustering.local node2

# useradd ricci
# passwd ricci
Changing password for user ricci.
New password: (masukan password sesuai yg anda inginkan)
Retype new password: (ketik ulang password)

# yum install cman rgmanager luci ricci -y
# chkconfig ricci on; chkconfig luci on
# /etc/init.d/ricci start; /etc/init.d/luci start

Reboot server. (saya reboot karna ini fresh server, biar hostnamenya keganti juga)

Setelah selesai kamu sudah bisa akses luci dengan web server dengan url sebagai berikut ini https://192.168.227.10:8084/


Notes 
Untuk username dan password bisa gunakan root dan password root.

Instalasi komponen node2.clustering.local

# chkconfig iptables off
# /etc/init.d/iptables stop

# vi /etc/selinux/config
##(ganti parameter dibawah ini menjadi disabled)
SELINUX=disabled

# vi /etc/sysconfig/network
##ganti hostname menjadi node1.clustering.local
HOSTNAME=node2.clustering.local

# vi /etc/hosts
## tambahin parameter dibawah ini
192.168.227.10 node1.clustering.local node1
192.168.227.20 node2.clustering.local node2

# useradd ricci
# passwd ricci
Changing password for user ricci.
New password: (masukan password sesuai yg anda inginkan)
Retype new password: (ketik ulang password)

# yum install cman rgmanager ricci -y
# chkconfig ricci on;
# /etc/init.d/ricci start

Reboot server. (saya reboot karna ini fresh server, biar hostnamenya keganti juga)

Done!

Monday, March 30, 2015

QoS Sederhana Limit Traffik FTP dan HTTP Menggunakan MikroTik

Sebenernya blog ini saya tulis sebagai catetan pribadi aja, karna udah hampir dua tahun engga nyentuh peralatan network. Kalopun nyentuh paling cuma buat ngehandel proyek2 freelance aja dan sekedar bantu-bantu orang aja sekalian maintenis ilmu biar enggak lupa hehe, dulu hampir tiap hari megang cisco dan mikrotik dan sekarang hampir enggak pernah, kangen juga sih maen ke datacenter lagi... :( #jadicurcol

By the way pada lab kali ini kira-kira topologi yang saya gunakan adalah seperti dibawah ini.

Sederhana yah, kamu cuma butuh satu router mikrotik, laptop kamu sendiri dan FTP server kamu bisa buat sendiri pake virtual machine, sedangkan web server kamu bisa kunjungi website apapun di internet.

Jadi tujuan utama kita di lab kali ini itu adalah :
  • Melakukan limitasi bedasarkan destination port standard FTP yaitu port 21
  • Melakukan limitasi bedasarkan destination port web server yaitu port 80

Marking Packet Menuju Port 21 FTP dan Batasi Bandwidth
Router mikrotik dapat mengetahui tiap-tiap packet tersebut adalah paket FTP apabila kita sebagai administrator mendefine bahwa paket tsb adalah paket untuk FTP. Jadi intinya ketahui dulu port nya lalu source/destination addressnya.

Langkah pertama lakukan marking connection dengan parameter sbb :
Chain : prerouting
Src. Address : 192.168.1.254
Protocol : tcp
Dst port : 21
Action : Mark Connection 
New Connection Mark : Ftp-Conn
Passthrough : yes (centang)





Langkah kedua lakukan marking packet dengan parameter sbb :
Chain : prerouting
Connection Mark : Ftp-Conn (pilih connection yang sudah kita buat di langkah pertama)
Action : mark packet
New Mark Packet : Ftp-Trafik
Passthrough : no




Langkah ketiga, coba kamu lakukan FTP ke server tujuan lalu amati apakah router mikrotik ini sudah mampu menangkap dan menandai paket-paket tersebut? Saya coba melakukan FTP ke FTP server saya dengan mentransfer file sebesar 28MB dan saya perhatikan transfer rate sesuai dengan ukuran file yang saya transfer.


Apabila sudah sesuai maka router sudah bisa membedakan paket tersebut adalah paket FTP dari PC kita 192.168.1.254 ke server FTP manapun (asalkan port FTP yang digunakan adalah port 21).

Langkah keempat lakukan limitasi bandwidth, di lab ini saya gunakan "simple queue".



Setelah selesai klik OK, lalu coba lagi lakukan transfer file ke FTP server lalu perhatikan transfer ratenya.


Sudah sesuai yah? Berarti anda sukses melimit trafik FTP saja tanpa mengganggu trafik lainnya.


Marking Packet HTTP dan Batasi Bandwidth
Sama seperti sebelumnya untuk limitasi HTTP traffik yang diganti hanya parameter dst port menjadi port 80 saja.

Langkah pertama lakukan marking connection dengan parameter sbb :
Chain : prerouting
Src. Address : 192.168.1.254
Protocol : tcp
Dst port : 80
Action : Mark Connection 
New Connection Mark : http-Conn
Passthrough : yes (centang)



Langkah kedua lakukan marking packet dengan parameter sbb :
Chain : prerouting
Connection Mark : http-Conn (pilih connection yang sudah kita buat di langkah pertama)
Action : mark packet
New Mark Packet : http-Trafik
Passthrough : no



Langkah ketiga, coba kamu kunjungi website di internet misalnya saja indowebster.com lalu perhatikan counter pada mangle yang telah kamu buat apakah bertambah atau tidak.


Nah kalo dari gambar diatas packet http yang melalui router sudah berhasil di marking, kita tinggal melakukan limit terhadap traffik http ini saja.

Langkah keempat lakukan limitasi bandwidth untuk traffik http ini, saya menggunakan "simple queue".



Setelah selesai klik OK, lalu coba kunjungi kembali website lain seperti kaskus.co.id atau indowebster.com lalu perhatikan transfer rate di queue yang telah kamu buat.


Dari gambar diatas (Limit HTTP) terlihat yah bahwa kita telah berhasil melakukan limitasi terhadap traffik http.

Selamat mencoba semoga berguna.